02 Feb 2022 Cara Memalu Paku agar Tidak Retak

Cara Memalu Paku agar Tidak Retak

Dinding merupakan komponen yang sangat penting dari sebuah rumah. Fungsi utamanya sebagai pelindung, pemisah dan pembentuk ruangan. Fungsi lain dari dinding adalah peredam suara, melindungi dari paparan sinar matahari, atau binatang buas. Pada umumnya dinding terbagi menjadi tiga yaitu dinding pembatas, penahan dan partisi. Untuk menambah keindahan dinding atau menggunakan dinding untuk meletakkan sesuatu, tentu harus menancapkan paku pada tembok sebagai tumpuan. Tahukah kamu jika memaku asal-asalan membuat dinding menjadi retak sehingga akan mengurangi nilai keindahan dan kerapian. Itulah kenapa artikel ini ditulis agar pembaca dapat mengetahui cara memalu paku agar dinding tidak retak. Berikut ulasannya.

1. Gunakan paku beton

paku beton.jpg

Jika tidak ingin ada bekas atau retakan pada dinding, gunakan paku beton yang berwarna hitam. Paku ini kuat dan kokoh, sehingga mampu menembus dinding yang keras sekalipun. Ukuran paku besar atau kecil aman untuk ditancapkan pada dinding. Tergantung bagaimana kebutuhan anda. Jika paku akan digunakan untuk memajang pigura, alangkah lebih baiknya jika menggunakan paku dengan ukuran kecil saja sesuai dengan lubang pigura. Namun jika paku tersebut akan digunakan untuk meletakkan barang seperti handuk, gantungan tas dan sebagainya, Gunakan paku yang lebih besar dan panjang. Paku beton ini tidak akan merusak lapisan dinding ketika anda menancapkannya menggunakan palu. Jangan sampai anda salah memilih jenis paku beton.

2. Gunakan cuka

c.jpg

Cara memalu paku agar tidak retak dapat juga dilakukan dengan memanfaatkan cuka. Tidak ada standarisai khusus ya, semua jenis cuka dari brand mana saja dapat digunakan. Caranya juga mudah yaittu dengan menyiramkan 2 atau 3 sendok cuka ke dinding yang akan ditancapkan paku. Biarkan hingga kering, kemudian tempelkan selotip dengan posisi menyilang lalu pukul paku dengan menggunakan paku. Tidak disangka ya, cuka makanan dan selotip dapat menjadi perpaduan yang epik agar dinding tidak retak saat dipaku. Hal ini dapat terjadi karena sifat asam yang berasal dari cuka serta selotip yang meredam hentakan palu saat memaku. 

3. Gunakan selotip

s.jpg

Cara selanjutnya dengan menggunakan selotip. Tapi kali ini tidak dibarengi dengan cuka, Hanya selotip saja ya happy people. Sebelum mulai memaku, tentukan terlebih dahulu dibagian mana paku akan ditancapkan. Kemudian tempelkan selotip secara menyilang berbetuk huruf X. Paku dibagian tengah pada tanda X. Setelah itu, lepaskan selotip yang terpasang. Supaya lebih aman saat terjadi hentakan dari palu, gunakan selotip yang paling lebar.

4. Gunakan kepala palu yang masih rata

palu mmm.jpg

Untuk memalu agar tidak retak dibutuhkan kepala palu yang masih rata atau datar. Jika sudah tidak rata, paku akan bengkok sehingga membuat dinding menjadi retak. Usahakan untuk mengayunkan pukulan secara bertahap. Gunakan tang agar tangan tidak terkena palu. Tentu saja akan lebih aman dan menghasilkan power lebih besar saat memaku. 

5. Perhatikan posisi Paku

ppp.jpg

Cara terakhir yang kami anjurkan untuk anda dengan memerhatikan posisi paku saat ingin memaku. Posisi paku yang harus anda tahu ada dua yaitu posisi tegak dan posisi miring. Posisi paku dalam keadaan tegak lebih memudahkan proses pemakuan serta hasilnya jauh lebih rapi dan tidak menimbulkan retak pada dinding. Namun kekurangannya posisi tangan mengalami sedikit kesulit saat memegang paku tersebut. Sementara itu, posisi miring justru lebih sulit saat memalu paku.

Itulah cara memalu paku agar tidak retak yang kami ulas untuk anda.  Jangan lagi risau ya, karena kini dinding anda akan tetap mulus walaupun ditancapkan beberapa paku.

Jika Anda membutuhkan palu dengan kualitas terbaik, silahkan hubungi Vinindo Corporation. Kami merupakan peraih Best Quality of Home Tools and Hardware Products 2021 dan Indonesia Best Product Award 2021. Percayakan kebutuhan alat pertukangan anda kepada kami.

Share this article
BACK